وَالتَّأْدِيبُ يَلْزَمُ مِنْ وَجْهَيْنِ: أَحَدُهُمَا مَا لَزِمَ الْوَالِدَ لِوَلَدِهِ فِي صِغَرِهِ. وَالثَّانِي مَا لَزِمَ الْإِنْسَانَ فِي نَفْسِهِ عِنْدَ نُشُوئِهِ وَكِبَرِهِ. فَأَمَّا التَّأْدِيبُ اللَّازِمُ لِلْأَبِ فَهُوَ أَنْ يَأْخُذَ وَلَدَهُ بِمَبَادِئِ الْآدَابِ لِيَأْنَسَ بِهَا، وَيَنْشَأَ عَلَيْهَا، فَيَسْهُلَ عَلَيْهِ قَبُولُهَا عِنْدَ الْكِبْرِ لِاسْتِئْنَاسِهِ بِمَبَادِئِهَا فِي الصِّغَرِ؛ لِأَنَّ نُشُوءَ الصِّغَرِ عَلَى الشَّيْءِ يَجْعَلُهُ مُتَطَبِّعًا بِهِ. وَمَنْ أُغْفِلَ تَأْدِيبُهُ فِي الصِّغَرِ كَانَ تَأْدِيبُهُ فِي الْكِبَرِ عَسِيرًا.
Pendisiplinan atau pendidikan diperlukan dari dua jalan :
1. Adalah apa yang diterapkan (kewajiban) orang tua terhadap anaknya saat masih kecil.
2. Adalah apa yang harus (dipatuhi) seseorang pada dirinya sendiri seiring dengan pertumbuhan dan usia dewasanya.
Adapun pendisiplinan yang wajib bagi orang tua adalah membiasakan anaknya dengan prinsip-prinsip adab agar ia mengenalnya dan tumbuh bersamanya, sehingga mudah baginya untuk menerimanya disaat sudah dewasa, karena dia sudah familiar dengan prinsip-prinsip adab di masa kanak-kanak. Sebab pertumbuhan sedari masa kanak-kanak terhadap suatu benda menjadikannya melekat didalam jiwanya. Barangsiapa lalai mendisiplinkan anak-anaknya saat usia dini, maka akan sulit mendisiplinkannya saat usia dewasa.
كتاب: ادب الدنيا والدين للامام الماوردي ص ٢٣٣


















