Sidak Bupati LIRA Pasuruan Terkait Perusahaan Miras di Manaruwi Bangil Tak Terbukti, Berharap Pemberitaan Harus Obyektif

  • Bagikan
banner 468x60

Pasuruan, fokusberita.co.id – Merespon pemberitaan dibeberapa media online, atas dugaan adanya pabrik miras di wilayah Manaruwi dan Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, langsung ditindaklanjuti oleh Tokoh masyarakat setempat.

Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Pasuruan, Moslem, bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), melakukan sidak langsung ke sebuah rumah di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, yang diduga menjadi tempat produksi miras (minuman keras).

Example 300x600

Sidak ini dilakukan menanggapi pemberitaan yang beredar di beberapa media online, namun, hasil investigasi tidak menemukan bukti aktivitas produksi atau penjualan miras di lokasi tersebut, Senin (04/08/2025).

“Kami langsung sidak tempat yang dimaksud setelah mendapat informasi, dan kami langsung cek seluruh sudut rumah dari depan hingga ke belakang rumah, tetapi tidak menemukan apa pun seperti yang diberitakan,” ungkap Bupati Lira.

Moeslem berharap dalam pemberitaan di media harus lebih berhati-hati dan faktual dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Saya berharap kepada rekan-rekan media untuk melakukan investigasi dan konfirmasi sebelum menayangkan sebuah berita, karena data yang tidak akurat bisa merugikan banyak pihak, terutama warga sekitar,” terangnya.

Sebagai tokoh yang juga berdomisili di wilayah tersebut, Moeslem menegaskan kesiapannya menindak tegas jika memang ada pelanggaran.

“Kalau ada terbukti, laporkan saja ke saya atau melalui tokoh desa dan saya pasti siap mengobrak abrik tempat tersebut, jangan sampai ada tuduhan tanpa dasar,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik rumah yang disidak, Nonik, mengaku sangat kaget dengan kedatangan tim investigasi.

“Saya tegaskan di sini tidak ada miras. Kalau dulu memang di Surabaya pernah jualan, tapi sekarang tidak lagi,” jelasnya.

Saat sidak sudah selesai dan mau pulang, Moeslem menekankan pentingnya pemberitaan yang bertanggung jawab dan faktual serta berorientasi pada kemanusiaan.

“Tujuan media haruslah memberikan informasi yang faktual dan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya sekadar mencari sensasi,” tutupnya. (tim/red*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *