Pasuruan Siaga: DPRD Pasang Badan Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran

  • Bagikan
banner 468x60

Pasuruan, fokusberita.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap menghantui masyarakat. Melalui agenda reses bertajuk “Pasuruan Siaga: Menjaga Dapur Warga Jelang Hari Raya” pada 24 Februari 2026, para wakil rakyat ini merumuskan strategi konkret demi menjaga isi dompet dan dapur warga.

​Diskusi hangat ini menghadirkan tiga legislator kunci: Saad Muafi (Gus Afi), Nur Laila (Ning Ila), dan Fatiyyah Azzahro. Ketiganya membawa perspektif berbeda namun satu tujuan: memastikan stabilitas pangan di Kabupaten Pasuruan.

Example 300x600

Strategi Tiga Pilar: Pengawasan, Distribusi, dan Anggaran

  • Lawan Penimbun: Gus Afi menegaskan bahwa pengawasan pasar adalah harga mati. Ia menginstruksikan Dinas Perdagangan untuk lebih proaktif melakukan sidak harian. “Kami sudah memantau titik-titik krusial. Jangan sampai ada oknum yang menimbun stok. Sidak di pasar tradisional akan kami intensifkan,” tegasnya.
  • Efisiensi Distribusi: Ning Ila menyoroti mata rantai distribusi yang terlalu panjang. Meski stok petani lokal melimpah, harga di pasar seringkali melonjak akibat jalur distribusi yang tidak efisien. Ia mendorong percepatan digitalisasi pasar agar warga bisa mendapatkan harga yang lebih adil.
  • Intervensi Anggaran: Dari sisi finansial, Fatiyyah Azzahro menekankan pentingnya penggunaan Dana Tak Terduga (DTT) untuk intervensi harga. Ia juga mengusulkan pembangunan cold storage (gudang pendingin) agar kualitas komoditas tetap terjaga dan harga tidak fluktuatif.

​Pasar Murah dan Perlindungan Konsumen

​DPRD sepakat bahwa program Pasar Murah harus tepat sasaran. Gus Afi mewanti-wanti agar operasi pasar tidak justru dimanfaatkan oleh tengkulak. Sementara itu, Ning Ila mengajak Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk terlibat langsung dalam Gerakan Pangan Murah, sehingga warga bisa membeli langsung dari produsen.

​Tak hanya soal harga, kesehatan pangan pun jadi prioritas. Tim Satgas Pangan akan rutin memeriksa kesehatan hewan ternak dan memperkuat laboratorium pengujian pangan daerah guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat.

​Dukungan UMKM dan Himbauan “Jangan Panic Buying”

​Untuk menjaga roda ekonomi kecil, Fatiyyah menyebutkan penguatan Bantuan Modal UMKM akan terus digulirkan. Di sisi lain, Gus Afi menjamin regulasi Bazar Ramadan akan dipermudah untuk menggairahkan ekonomi lokal.

​”Stok pangan di Kabupaten Pasuruan aman hingga Lebaran. Warga tidak perlu panik. Jika menemukan harga yang tidak masuk akal atau indikasi penimbunan, segera lapor!” pesan Gus Afi.

Sejalan dengan langkah DPRD, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan juga telah mulai melakukan monitoring lapangan. Sidak menyasar pasar-pasar besar di wilayah Bangil, Pandaan, hingga Purwosari untuk memantau harga daging sapi, ayam, dan telur yang mulai merangkak naik. (Red*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *