Pasuruan, fokusberita.co.id – Halaman kantor Yayasan Al Hidayat, Dusun Jembrung, Desa Bulusari mendadak riuh. Ratusan warga duduk melingkar, melepas sekat antara rakyat dan wakilnya dalam agenda bertajuk “JAWARA” atau Jagongan Bareng Wakil Rakyat.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, hadir bukan sekadar untuk seremoni, melainkan menampung tumpahan keluh kesah masyarakat Gempol yang selama ini merasa suaranya belum tertangani dengan sempurna.
Persoalan klasik seperti banjir dan jalan rusak mendominasi sesi tanya jawab. Samsul memberikan penjelasan gamblang mengenai kendala di lapangan, termasuk faktor alam dan regulasi.
“Masalah jalan, Dinas terkait sudah turun. Namun tantangannya adalah curah hujan tinggi dan kendaraan yang over dimension. Belum genap sebulan diperbaiki, jalan sudah rusak lagi,” ungkap Samsul.
Ia juga menyentuh sisi emosional warga terkait bantuan rehabilitasi Madin dan TPQ. Meski anggaran fisik tahun 2025 diprioritaskan untuk sekolah negeri, Samsul menegaskan bahwa kesejahteraan guru ngaji tetap menjadi prioritas melalui jalur insentif.
”Pendidikan karakter di Madin dan TPQ adalah pondasi. Kami memastikan insentif guru tetap berjalan agar proses belajar santri tidak terganggu,” pungkasnya di hadapan para tokoh agama dan ormas yang hadir. (Red*)


















