Surabaya, fokusberita.co.id – Kaburnya seorang tahanan kasus narkoba dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bangil Pasuruan pada Selasa (23/6) memicu reaksi keras. Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Kanwil Ditjenpas Jawa Timur untuk segera mencopot Kepala Rutan (Karutan) Bangil jika terbukti ada kelalaian.
Tak main-main, AMI juga mengancam akan mengerahkan massa untuk mengepung Kantor Wilayah Ditjenpas Jatim serta Rutan Kelas IIB Bangil jika tuntutan mereka diabaikan.
Menurut Baihaki, insiden ini adalah rapor merah yang mencoreng institusi penegak hukum. Ia menuntut adanya pemeriksaan yang objektif, transparan, dan tanpa tebang pilih terhadap seluruh petugas yang berjaga saat kejadian.
”Kami meminta Kanwil Ditjenpas Jawa Timur melakukan investigasi secara terbuka. Jika ditemukan adanya kelalaian yang menyebabkan tahanan kabur, maka pejabat yang bertanggung jawab harus dievaluasi dan diberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan sesuai aturan!” tegas Baihaki Akbar kepada media, [Senin, 29/06/2026].
Selain menuntut sanksi tegas bagi internal rutan, AMI juga mendesak aparat kepolisian dan pihak terkait untuk bergerak cepat memburu tahanan yang buron tersebut. Pihaknya menilai sistem pengamanan di Rutan Kelas IIB Bangil harus dibongkar dan dievaluasi total demi mencegah kecolongan serupa di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti serta kronologi kaburnya tahanan narkoba tersebut masih menyisakan tanda tanya dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. AMI menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi akuntabilitas publik. (Red)


















