Pasuruan, fokusberita.co.id – System Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri I Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur pada tahap III atau tahap akhir jalur Domisili membuat gaduh masyarakat Kecamatan Purwosari.
Diketahui dalam SPMB atau proses rekrutmen siswa di tahap III dengan jalur domisili ini diduga dimanfaatkan oknum-oknum untuk bermain titipan yang bisa dikategorikan ‘pungutan liar’.
Tim media investigasi menemukan beberapa kejanggalan system SPMB, jarak domisili, nilai indeks gabungan terpantau dipaksakan oleh oknum oknum yang bermain untuk meloloskan calon-calon siswa ‘yang dititipkan’ kepadanya.
Dalam situs Web spmbjatim.net diketahui nilai indeks gabungan terendah 79,01 dengan jarak domisili 17.385m atau 17 km lebih lolos dan diterima sebagai siswa SMA Negeri I Purwosari sedangkan yang nilai indeks gabungan 83,16 dengan jarak domisili 900m atau kurang dari 1km tidak lolos atau tidak diterima, Ada Apa???
Data yang terbaru, dalam jalur domisili (reguler) atas nama Muhammad Ridho Navael dengan nilai indeks gabungan 84,91 jarak domisili 545m pada tanggal 26/6/2025 pukul 00.54Wib tergeser dan tidak lolos, namun pada hari Sabtu tanggal 28/6/2925 nama tersebut masuk di jalur sebaran, jalur oknum siapa yang dipakai ???
Penutupan SPMB tahap 3 yang dilaksanakan tanggal 27/6/2025 pukul 21.00Wib diketahui hanya ada 26 siswa sedangkan pada tanggal 28/6/2025 pukul 10.30Wib terjadi penambahan jumlah siswa yang diterima dari 26 menjadi 27 siswa, dengan catatan tambahan data dari atas nama Aidili Fikrobi dengan nilai indeks gabungan 79,01 dengan jarak domisili 17.385 meter atau 17 kilometer lebih, berasal dari Desa Tundosuro/Tundosuro Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan.
“Untuk SPMB tahap III jalur domisili seharusnya yang bersangkutan diarahkan ke SMA Negeri terdekat yakni SMA Negeri I Kejayan sesuai dengan alamat domisili yang bersangkutan,” ungkap Tokoh Masyarakat yang enggan disebutkan identitasnya.
Berdasarkan temuan media tim investigasi, tim media mencoba mengkonfirmasi ke pihak sekolah namun tidak ada satu orang pun yang bisa ditemui selain security SMA Negeri I Purwosari.
Tim media mengkonfirmasi kepala sekolah, namun hingga berita ini ditayangkan tidak ada jawaban dari sang Kepala Sekolah, diduga kuat oknum kepala sekolah alergi dengan awak media. (Bill)


















